Kami bukan sekadar holding company. Kami adalah organisasi yang memaksa dirinya sendiri untuk terus bergerak, terus belajar, dan terus relevan — karena itulah alasan kami ada.
Sinwaz adalah holding company modern yang lahir dari Cirebon, dikelola oleh anak-anak muda Gen Z, dan dijalankan dengan keyakinan bahwa satu-satunya cara bertahan adalah dengan tidak berhenti berkembang.
Kami menaungi unit bisnis yang berbeda industri — dari brand kecantikan sampai live shopping agency — tapi semuanya punya satu benang merah: dibangun untuk tetap relevan di era yang berubah sangat cepat.
Kami percaya perusahaan yang benar adalah perusahaan yang membuat orang-orang di dalamnya menjadi lebih baik — bukan hanya lebih produktif.
"Kami membangun Sinwaz bukan karena paling berani atau paling pintar. Tapi karena kami percaya bahwa orang yang tidak berhenti belajar akan selalu menemukan jalannya."
Sinwaz bukan lahir dari modal besar atau koneksi luas. Ia lahir dari keyakinan bahwa perusahaan yang dibangun dengan cara berpikir yang benar — dan dijalankan oleh orang-orang yang mau terus belajar — bisa tumbuh di mana saja, termasuk di Cirebon.
Sebagai pasangan yang juga membangun bisnis bersama, kami tahu betul bahwa membangun perusahaan bukan sekadar soal profit. Ada tanggung jawab terhadap orang-orang yang bergabung, terhadap klien yang mempercayai kami, dan terhadap komunitas di sekitar kami.
Dalam dua tahun, Sinwaz sudah menjalankan dua unit bisnis aktif yang berbeda industri, membangun program internship yang menghasilkan lulusan berkualitas, dan sedang mengembangkan sistem internal yang akan membuat organisasi ini lebih kuat ke depannya.
Kami belum besar. Tapi kami sedang membangun sesuatu yang nyata, dengan cara yang benar, dan dengan orang-orang yang tepat.
Sinwaz adalah salah satu bukti bahwa perusahaan yang serius, berambisi, dan berbasis riset bisa tumbuh dari kota mana saja. Justru itulah yang membuat kami menarik bagi banyak kandidat dan partner yang sudah lelah dengan ekosistem Jakarta-sentris.
Kalau kamu kandidat, partner, atau hanya penasaran — kami terbuka untuk ngobrol.